Perbedaan Hollow Besi Galvanis vs Hollow Galvalum (Plafon)

Saat memilih besi hollow untuk rangka atap, pipa, atau talang, Anda pasti akan dihadapkan pada dua istilah: Galvanis dan Galvalum. Keduanya adalah lapisan pelindung yang diterapkan pada Besi hollow, namun perbedaan komposisi keduanya sangat menentukan usia pakai dan ketahanan material di lingkungan yang berbeda.

Artikel ini akan membahas terkait Galvalum, Zincalume, dan Galvanis, agar Anda dapat memilih perisai anti-karat yang paling tepat untuk investasi konstruksi Anda.

1. Mengenal Komposisi Lapisan Pelindung 

Perbedaan mendasar antara Galvanis dan Galvalum terletak pada campuran logam yang digunakan sebagai lapisan pelindung Besi hollow dasar (substrat) melalui proses hot-dip coating (pencelupan panas).

1.1. Besi hollow Galvanis: Perisai Seng Murni 

  • Cara Kerja Anti-Karat: Zinc bekerja sebagai pelindung korban (sacrificial protection). Artinya, jika lapisan Besi tergores, Zinc akan terkorosi terlebih dahulu untuk melindungi Besi hollow di bawahnya.
  • Aplikasi Umum: Pipa air (pipa galvanis), ducting AC, hollow Besi, dan aplikasi yang membutuhkan perlindungan terhadap kelembaban biasa.

2. Perbandingan Kinerja dan Daya Tahan 

Tingkat ketahanan korosi adalah faktor penentu utama antara kedua material ini.

Kriteria Besi Galvanis Besi Galvalum / Zincalume
Ketahanan Korosi Umum Baik Sangat Baik 
Ketahanan Jangka Waktu Cukup Baik (Biasanya 10-15 tahun) Dua hingga Empat Kali Lebih Lama dari Galvanis
Resistensi Terhadap Air Asam/Garam Cenderung Rentan (Khususnya di area pesisir) Sangat Tahan (Berkat Lapisan Aluminium)
Ketahanan Terhadap Alkali (Semen Basah) Lebih Tahan Kurang Tahan (Jika terpapar semen basah, perlindungan Aluminiumnya bisa rusak)
Estetika Lebih mengkilap, namun cenderung cepat kusam (patina) Permukaan lebih rata dan tampak matte (modern)
Reflektivitas Panas Cukup Baik Lebih Baik (Kandungan Aluminium tinggi memantulkan panas)

3. Kapan Harus Memilih Galvanis dan Kapan Memilih Galvalum? 

Keputusan memilih material harus didasarkan pada lokasi, fungsi, dan risiko paparan lingkungan:

A. Gunakan Galvanis Jika: 

  1. Aplikasi Interior: Pipa di dalam dinding, ducting yang tidak terpapar hujan langsung.
  2. Biaya Jadi Prioritas: Jika anggaran sangat ketat dan proyek tidak berada di lingkungan yang terlalu agresif (jauh dari pantai).
  3. Terkena Kontak dengan Semen: Dalam beberapa aplikasi, Galvanis lebih unggul karena ketahanannya yang lebih baik terhadap alkali (zat yang ditemukan pada semen basah).

B. Gunakan Galvalum (Zincalume) Jika: 

  1. Aplikasi Eksterior Atap: Rangka Besi Ringan, Genteng Metal, atau Atap Spandek (membutuhkan daya tahan maksimal terhadap hujan, embun, dan matahari).
  2. Proyek di Pesisir Pantai: Udara yang mengandung garam sangat korosif. Lapisan Aluminium pada Galvalum memberikan perlindungan barrier yang lebih unggul.
  3. Mengejar Umur Panjang: Galvalum menawarkan masa pakai yang jauh lebih lama, meminimalkan biaya perawatan dan penggantian di masa depan.

Investasi pada Ketahanan Korosi 

Galvanis dan Galvalum sama-sama merupakan pelindung Besi yang superior dibandingkan Besi tanpa pelapis. Namun, Galvalum (Zincalume), dengan campuran 55% Aluminium, terbukti menawarkan ketahanan korosi dan umur pakai yang jauh lebih unggul, menjadikannya pilihan ideal untuk rangka atap modern di Indonesia.

Pastikan material Besi lapis yang Anda beli memiliki standar komposisi yang jelas, sehingga investasi struktur Anda terjamin kualitasnya.

Kami menyediakan material Besi dengan lapisan anti-karat Galvalum/Zincalume dan Galvanis berkualitas tinggi. Pastikan bangunan Anda kuat dan tahan lama!

Hubungi Histeel

 

Main Menu